BOGOTA, KOMPAS.com - Pihak berwenang melaporkan serangan bom mobil di wilayah barat daya Kolombia, Sabtu (8/8/2026).

Serangan itu terjadi satu hari setelah pengacara sayap kanan Abelardo de la Espriella dilantik sebagai presiden.Militer Kolombia menuding dua kelompok faksi pecah dari gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Dua petugas keamanan dilaporkan mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.

Baca juga: Cerita Petani Kolombia yang Tak Bisa Lepas dari Tanaman Ilegal Koka

Pelaku melarikan diri usai tinggalkan mobil