BANGKOK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul mengatakan, polisi telah menginterogasi teman dekat pelaku penembakan di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi.

Berdasarkan penyelidikan itu, tersangka disebut sedang mengalami stres terkait dengan pendidikannya.Diketahui, remaja itu telah membunuh kakek dan neneknya sebelum menembak mati lima orang lainnya pada Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Terungkap, Pelaku Penembakan di Sekolah Thailand Diduga Korban Bullying

"Tindakannya juga menunjukkan bahwa dia jelas telah merencanakan penyerangan itu," ujarnya, dikutip dari NDTV.

"Senjata api itu terdaftar dan disimpan di sebuah rumah, tetapi entah bagaimana dia bisa mengaksesnya," sambungnya.