JEDDAH, KOMPAS.com - Arab Saudi menegaskan bahwa pakta pertahanan bersama yang baru diteken dengan Turkiye dan Pakistan pada Jumat (7/8/2026) tidak terkait dengan ambisi nuklir.
Riyadh juga membantah kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk membentuk aliansi militer yang mengancam keamanan negara lain di kawasan.Dilansir The Times of Israel, Wakil Menteri Diplomasi Publik Arab Saudi Rayed Krimly menyatakan, pakta pertahanan tersebut berfokus pada penguatan kemampuan pertahanan yang berkelanjutan.
Baca juga: Tiga Negara Mayoritas Muslim Bersatu, Resmikan Blok Militer Baru
"Perjanjian ini tidak mewakili upaya membentuk poros militer atau blok sektarian. Perjanjian ini juga tidak terkait dengan ambisi nuklir maupun perlombaan senjata, melainkan berfokus pada pembangunan kemampuan yang berkelanjutan," tulis Krimly melalui akun X.
Pernyataan itu disampaikan di tengah perhatian internasional terhadap kerja sama pertahanan baru Riyadh, terutama setelah Arab Saudi juga menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk memperoleh teknologi energi nuklir sipil, termasuk kemungkinan pengayaan uranium.












