CAMBRIDGE, KOMPAS.com - Profesor Universitas Cambridge yang tengah menjadi sorotan atas dugaan plagiarisme dan manipulasi kualifikasi akademis, Jason Arday, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Langkah ini diambil di tengah proses penyelidikan internal yang sedang diluncurkan oleh pihak universitas.Arday merupakan sosiolog yang sempat mengukir prestasi pada 2023 sebagai profesor kulit hitam termuda dalam sejarah Universitas Cambridge di usia 37 tahun.
Menurutnya, pengunduran dirinya merupakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri tekanan publik yang tiada henti.
Baca juga: Data 100.000 Polisi Inggris Bocor di Dark Web, Terancam Diburu Kriminal
"Tahun-tahun sejak pengangkatan saya ditandai dengan tingkat pengawasan publik dan serangan pribadi yang tiada henti," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diunggah oleh Good Law Project, Rabu (5/8/2026), dikutip dari BBC.










