WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menemui Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah prediksi bahwa ia akan kalah dalam pemilu Israel.

Pertemuan di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2026) itu menjadi yang pertama di Ruang Oval sejak kedua pemimpin melancarkan perang bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu.Meski kedua pihak menyebut pembicaraan berlangsung positif, kunjungan Netanyahu juga dipandang sebagai upaya mencari dukungan politik dari Trump ketika posisinya di dalam negeri terus melemah, sebagaimana dilaporkan Newsweek.

Baca juga: Trump-Netanyahu Kembali Tak Sejalan, Kini Berselisih soal Gaza

Survei tunjukkan koalisi Netanyahu tertinggal

Desakan politik yang dihadapi Netanyahu semakin besar setelah sejumlah survei menunjukkan blok pendukungnya tertinggal dari kubu oposisi.