LONDON, KOMPAS.com – Kelompok peretas yang diidentifikasi sebagai ExfilSquad diduga kuat berada di balik peretasan skala besar yang membocorkan data pribadi sekitar 100.000 anggota kepolisian Inggris di dark web.
Peretasan ini membobol Police National Legal Database (PNLD), sebuah basis data hukum daring yang digunakan oleh kepolisian di seluruh wilayah Inggris dan Wales. Akibat insiden ini, nama, detail kontak, hingga afiliasi kepolisian dari para petugas terekspos secara luas, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Diserang Hacker, Rumah Sakit di Romania Selamat Berkat Pena dan Kertas
Kebocoran data tersebut menempatkan para petugas pada ancaman langsung dari para kriminal yang mereka selidiki.
"Saya pernah bekerja di unit kejahatan terorganisasi berat dan memenjarakan penjahat kelas atas. Kebocoran informasi pribadi tentang saya sangat mengkhawatirkan dan menempatkan para petugas dalam risiko serius," kata salah satu anggota staf yang datanya turut bocor.










