SARAWAK, KOMPAS.com - Pemerintah Negara Bagian Sarawak, Malaysia, mulai menerbitkan izin berburu buaya bagi warga lokal.

Hal ini menyusul peningkatan populasi reptil sungai yang memicu maraknya kasus serangan mematikan terhadap warga pemukiman bantaran sungai.Kebijakan ini diambil setelah bergesernya norma adat setempat.

Penduduk komunitas adat di Sarawak yang dulunya memegang aturan tak tertulis untuk tidak mengganggu habitat buaya, kini mulai memburu hewan tersebut demi keselamatan jiwa keluarga mereka.

“Hewan itu telah memakan anak saya, jadi saya berhak membunuhnya,” ungkap Daniel Muking, seorang kepala komunitas adat yang kehilangan putranya akibat serangan buaya pada Mei 2024 lalu, dikutip dari Straits Times, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Pilot Malaysia Airlines Selundupkan 70.114 Ekstasi ke Indonesia, Maskapai Buka Suara