WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Badan intelijen Amerika Serikat, CIA, dan badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan mengalami kesulitan melacak keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Hampir lima bulan setelah menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba disebut belum pernah tampil di hadapan publik maupun menyampaikan pidato melalui televisi, sehingga memicu pertanyaan mengenai lokasi dan kendalinya atas pemerintahan Iran.Laporan The Times yang dikutip Firstpost, Jumat (31/7/2026), menyebut CIA dan Mossad telah menjalankan operasi prioritas tinggi untuk menemukan keberadaan Mojtaba Khamenei.

Baca juga: Takut Dilacak, Iran Tak Mau Rilis Rekaman Suara Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, dilaporkan diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret, setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks kepemimpinan Iran di Teheran.

Seorang sumber intelijen Barat mengatakan, Mojtaba tidak meninggalkan jejak digital selama lima bulan terakhir.