Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan 'sangat keras'. Iran merespons ancaman ini dengan rencana 'memperketat' penutupan Selat Hormuz.Dilansir Al-Jazeera, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr mengatakan Teheran akan 'memperketat' penutupan Selat Hormuz jika AS terus melanjutkan ancaman dan blokade lautnya terhadap Iran."Kelanjutan blokade maritim dan provokasi perang rezim AS akan semakin memperketat penutupan Selat Hormuz dan juga menutup selat dan titik-titik strategis lainnya," kata Zolghadr, menurut kantor berita IRNA.

Ia memperingatkan bahwa "ekonomi global, pasar energi, dan pemilih Amerika akan menanggung akibatnya" dari penutupan tersebut.Sebelumnya, Trump menegaskan tekadnya untuk memenangkan perang melawan Iran, yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu."Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan," kata Trump seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (1/8/2026)."Sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," ucap Presiden AS itu."Kita akan menghantam Iran dengan sangat keras dan, Anda tahu, pada titik tertentu mereka akan berkata, 'Kami benar-benar tidak tahan lagi'," tegas Trump dalam rapat kabinet tersebut.Ancaman terbaru itu dilontarkan saat media-media AS melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran terhadap Iran, yang diperkirakan terjadi paling cepat akhir pekan ini, termasuk terhadap target-target infrastruktur energi Teheran.Lihat juga Video: Milisi Pro-Iran Ancam Balas AS dan Arab Saudi Usai Serangan Mematikan