Jakarta -
The Local Market resmi hadir sebagai wadah baru bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk unjuk karya kepada publik. Program ini merupakan kolaborasi strategis antara The Local Market dan Creative Event Entertainment (CEE), dengan dukungan Artha Graha Group, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), serta pengelola kawasan SCBD yang akan digelar rutin setiap akhir pekan pertama tiap bulan.Pada edisi perdana ini, program bertajuk Pasar Wiwitan ini diikuti hampir 200 tenant dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Selain menampilkan produk-produk jenama lokal, pengunjung juga bisa menikmati kuliner, pertunjukan musik, workshop interaktif, hingga beragam aktivitas budaya yang terbagi dalam sejumlah zona tematik.Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengatakan pelaku ekonomi kreatif Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar tempat berjualan. Menurutnya, mereka membutuhkan sebuah panggung untuk memperlihatkan hasil karya kepada masyarakat luas.
"Kita selalu mengatakan bahwa pejuang ekonomi kreatif, UMKM kita, warga negara Indonesia butuh sebuah panggung untuk memperlihatkan apa yang sudah mereka kreasikan," ujarnya dalam Opening Ceremony The Local Market - Pasar Wiwitan SCBD, Sabtu (1/8/2026).Ia menjelaskan, The Local Market bukan sekadar bazar akhir pekan, melainkan sebuah gerakan yang akan berlangsung secara berkelanjutan. Setiap awal bulan, ruang tersebut akan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor untuk memperkenalkan produk-produk terbaik hasil kurasi."Ini adalah sebuah movement. Di mana setiap bulan, first week of the month, tetap akan ada acara seperti ini, di mana panggung-panggung ini akan dimanfaatkan oleh para pejuang ekonomi kreatif," kata Irene.Irene turut mengajak masyarakat memberi ruang lebih besar bagi produk buatan dalam negeri. Ia meyakini kualitas produk lokal kini sudah setara, bahkan mampu bersaing di pasar internasional."Produk Indonesia bukan saja udah bagus, tapi sudah mendunia. Jadi yuk, bareng-bareng kita support produk lokal. Kasih satu kesempatan, and you'll be surprised," tambahnya.Ia berharap The Local Market dapat menjadi destinasi akhir pekan baru bagi masyarakat Jakarta sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pertemuan langsung antara pelaku usaha dan konsumen.Meski demikian, Irene menegaskan tidak semua produk dapat langsung bergabung dalam The Local Market. Seluruh tenant akan melalui proses kurasi agar kualitas produk yang ditawarkan tetap terjaga dan memenuhi prinsip keberlanjutan."Tentunya bukan semuanya bisa masuk. Karena produknya itu harus diuji, harus teruji. Produknya bukan hanya bagus pada saat beli pertama kali, tapi secara konsisten siap dan sustainable terhadap lingkungan juga," jelasnya.Sebagai penutup, Irene memastikan The Local Market bukan sekadar agenda seremonial satu kali jalan. Kemenekraf bersama penyelenggara berkomitmen memantau perkembangan tenant, termasuk capaian omzet, sebagai bahan evaluasi program ke depan."Ini bukan hanya sekali. Ini sustainable. Ini bukan ceremonial. Nanti kita pantau terus omzetnya per bulan, to make sure semuanya mendapatkan panggung yang luar biasa," pungkasnyaDukungan serupa disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan. Ia menilai The Local Market menjadi ruang penting yang mempertemukan produk lokal berkualitas dengan masyarakat luas, mengingat banyak produk lokal yang sebenarnya bagus namun belum punya wadah untuk dikenal."Yang lokal-lokal itu biasanya mereka kan enggak punya tempat sebenarnya. Padahal barang mereka tuh bagus, kualitasnya ada. Apa pun itu dukungan yang diberikan melalui ekonomi kreatif kita pasti dukung, karena at the end pasti good for the women, empowering, dan juga ini kan buat tempat untuk bertemu keluarga juga," katanya.Veronica menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, dan sektor swasta menjadi langkah penting untuk membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, kawasan SCBD juga dapat berkembang menjadi ruang publik yang menghadirkan karya lokal, aktivitas kreatif, hingga hiburan ramah keluarga.Founder KuKa sekaligus penggagas The Local Market, Tito menjelaskan konsep acara ini dirancang agar pengunjung tidak sekadar berbelanja, tetapi juga merasakan pengalaman langsung dari para pelaku usaha lokal.Tema Pasar Wiwitan dipilih karena kata 'wiwitan' bermakna 'permulaan'. Bagi penyelenggara, makna ini menjadi simbol awal dari kebiasaan baru masyarakat Jakarta yang diharapkan tumbuh menjadi tradisi yang dinantikan setiap awal bulan."The Local Market ingin menjadi ruang di mana orang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk merasakan. Ada karya lokal, ada makanan, ada musik, ada budaya, ada percakapan dengan para pembuatnya. Kami ingin pengunjung pulang dengan sesuatu yang lebih dari sekadar barang. Mereka pulang dengan pengalaman," kata Tito.Sementara itu, Direktur Utama PT Creative Event Entertainment Roland Hutapea menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen menghadirkan aktivasi ruang publik yang memberi nilai lebih bagi komunitas dan pelaku usaha lokal."Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan aktivasi ruang yang bermakna dan memberikan nilai bagi komunitas, pelaku usaha lokal, dan masyarakat. Kami berharap Pasar Wiwitan menjadi awal dari tradisi baru yang memperkaya wajah Jakarta, khususnya SCBD, yang menjadikan kawasan SCBD bukan sekadar pusat bisnis, tetapi juga destinasi yang memperkuat ekosistem kreatif," ujar Roland."Sebagai bagian dari rangkaian acara, pengunjung juga disuguhkan penampilan kesenian dari Sanggar Widya Pramana yang didatangkan langsung dari Yogyakarta, menghadirkan nuansa budaya di tengah kawasan bisnis Jakarta.Manfaat penyelenggaraan The Local Market juga dirasakan langsung oleh para tenant. Salah satunya Indah, peserta yang mewakili komunitas penyelamat hewan, Omah Ogel. Ia mengatakan keikutsertaan dalam acara tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan kegiatan komunitas sekaligus menggalang dana operasional bagi shelter yang mereka kelola."Kita dapat free. Coba untuk sosialisasi dan kalau syukur-syukur kita dapat galangan dana, ada dana masuk untuk kebutuhan operasional," ujarnya.Menurutnya, antusiasme masyarakat sejak pagi cukup tinggi. Banyak pengunjung membeli merchandise sebagai bentuk dukungan sekaligus menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap isu kesejahteraan hewan."Lumayan positif sih menurut saya. Tadi beberapa sudah banyak yang beli merchandise. Artinya mereka sebenarnya aware," kata Indah.Indah berharap The Local Market dapat terus menjadi wadah bagi berbagai komunitas dan pelaku ekonomi kreatif untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas."Membantu banget. Kita sangat mengapresiasi bisa join di sini supaya orang lebih terbuka bahwa kita itu hidup berdampingan," tuturnya.







