MENYIMAK berita tentang beberapa gedung di Jakarta yang mulai memasang pagar pengaman berukuran tinggi beberapa hari terakhir dan menyebar menjadi trending topic di media sosial, menyeruak satu pertanyaan kunci: mengapa sebuah pagar mampu mengubah suasana psikologis sebuah kota?
Meskipun sederhana, pertanyaan ini sesungguhnya menyentuh salah satu isu semakin penting dalam ilmu kesehatan global abad ke-21.Ini mengindikasikan situasi di mana kesehatan jiwa masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh peristiwa benar-benar terjadi, tetapi juga dipengaruhi oleh antisipasi terhadap peristiwa belum terjadi.
Dalam epidemiologi kesehatan jiwa, kondisi seperti ini semakin banyak dibahas sebagai konsekuensi hidup di masyarakat yang dipenuhi ketidakpastian (uncertainty society).
Risiko psikologis tidak lagi muncul setelah bencana, konflik, atau kerusuhan berlangsung, tetapi mulai berkembang sejak masyarakat menerima sinyal-sinyal awal bahwa sesuatu mungkin akan terjadi.
Pagar, dalam konteks ini, bukan lagi sekadar besi, tetapi telah berubah menjadi stimulus psikososial dan menjelma menjadi suatu medium notifikasi kepada masyarakat, ada sesuatu yang sedang diantisipasi.











