PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara menuduh Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sedang mempersiapkan diri untuk perang.
Tuduhan tersebut dilayangkan seiring langkah NATO yang memperluas infrastruktur bahan bakar militernya di wilayah Eropa.Melalui komentar yang disiarkan media pemerintah KCNA pada Sabtu (1/8/2026), Pyongang menilai rencana ekspansi tersebut membuktikan bahwa NATO kini telah berubah menjadi blok militer yang semakin agresif.
Baca juga: Duduk Perkara Cekcok ASEAN-Korea Utara, Adik Kim Jong Un sampai Murka
Secara khusus, KCNA mengkritik program NATO yang dinamai Fuel Supply Chain Capability Programme Plan, sebagaimana dilansir Reuters.
Program ini dirancang untuk menghubungkan jaringan bahan bakar sepanjang sekitar 10.000 kilometer di Eropa Barat dengan negara-negara anggota baru di Eropa Timur dan Utara.






