BEIJING, KOMPAS.com - Para peneliti militer China dilaporkan memanfaatkan hasil keluaran atau output dari model akal imitasi (AI) terkemuka asal Amerika Serikat (AS), seperti OpenAI dan Anthropic, untuk melatih sistem AI domestik mereka.
Langkah ini dilakukan demi meningkatkan kapabilitas pertahanan dan militer "Negeri Panda", sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (31/7/2026).Berdasarkan penelusuran terhadap lebih dari 80 makalah akademik dan hak paten China, lembaga-lembaga yang terhubung dengan militer dan keamanan China memanfaatkan AI canggih AS sebagai jalan pintas.
Baca juga: Inggris Tawarkan Pembelajaran Teknik dan AI untuk Siswa Berusia 14 Tahun
Strategi ini tetap berjalan meskipun Washington terus berupaya membatasi akses Beijing terhadap cip canggih dan teknologi strategis lainnya.
Pemanfaatan teknologi ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pengawasan media sosial hingga operasi militer di lapangan.










