WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan pejabat tinggi kesehatan Amerika Serikat (AS), Anthony Fauci, memilih untuk tidak menjawab rangkaian pertanyaan dalam sidang Senat AS mengenai asal-usul Covid-19, Rabu (29/7/2026).

Pria berusia 85 tahun tersebut mengkhawatirkan adanya upaya politis dari Partai Republik yang ingin menggunakan kesaksiannya untuk menjebak dan memidanakannya atas tuduhan kesaksian palsu. Guna melindungi dirinya, mantan Kepala National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) ini mengandalkan hak konstitusional Amandemen Kelima Konstitusi AS lebih dari 100 kali.

Baca juga: Gedung Putih Buka-bukaan soal Asal Mula Covid-19, Bantah Teori Konspirasi

Amandemen Kelima menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat dipaksa dalam kasus pidana apa pun untuk menjadi saksi memberatkan dirinya sendiri.

Menggunakan hak ini bukanlah bentuk pengakuan bersalah, melainkan perlindungan hukum bagi individu terhadap paksaan, kekeliruan, maupun pengalihan beban pembuktian pelanggaran secara tidak adil.