SINGAPURA, KOMPAS.com - Hilleman Laboratories, sebuah perusahaan patungan yang berbasis di Singapura antara Merck dan badan amal global Wellcome, sedang bersiap untuk memproduksi dosis vaksin eksperimental yang menjanjikan melawan strain Ebola Bundibugyo.
Strain itu bertanggung jawab atas wabah yang menyebar dengan cepat di Republik Demokratik Kongo.Langkah ini didukung oleh pendanaan hingga 8,5 juta dollar AS (sekitar Rp 153,7 miliar) dari kemitraan global Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).
Dikutip dari Reuters, Kamis (30/7/2026), vaksin ini berbasis pada teknologi ChAdOx1, yang digunakan dalam vaksin Oxford/AstraZeneca, sebuah vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Serum Institute of India.
Baca juga: Perancis Deteksi Kasus Ebola Pertama, Pasien Dokter dari Kongo
Skema produksi






