LANSKAP pariwisata Asia Tenggara sedang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Selama beberapa dekade, Thailand berdiri kokoh sebagai raksasa pariwisata yang tidak tergoyahkan di kawasan.

Namun, data empiris terbaru menyajikan realitas yang cukup mengejutkan bahwa Malaysia berhasil merebut takhta dengan mencatatkan volume kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di ASEAN.

Fenomena ini memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan mengenai validitas metodologi statistik dan keberlanjutan daya saing makroekonomi antarnegara di kawasan ini.Di atas kertas, pencapaian Malaysia memang terlihat sangat impresif. Berdasarkan laporan resmi Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia (MOTAC), negara tersebut mencatatkan angka kunjungan luar biasa sebesar 38 juta kedatangan asing pada tahun 2024, melampaui target awal pemerintah yang hanya sebesar 27,3 juta kunjungan.

Angka ini bahkan mengungguli Thailand yang mencatat 35,54 juta kunjungan pada periode yang sama.

Tren pertumbuhan ini terus berlanjut hingga tahun 2025, di mana kunjungan ke Malaysia melonjak ke angka 42,2 juta, sementara Thailand justru melosot ke angka 32,9 juta kunjungan.