TAIPEI, KOMPAS.com - Kapal penjaga pantai dan armada sipil China semakin memperluas kehadiran mereka di perairan timur Taiwan.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa Beijing mungkin sedang mempersiapkan strategi pembendungan yang akan memutus hubungan pulau yang memerintah sendiri itu dari perdagangan dan bantuan luar.Sepanjang Juni dan Juli, Administrasi Keselamatan Maritim dan penjaga pantai China menggelar berbagai patroli, serta operasi penegakan hukum maritim khusus.
Meskipun China secara rutin berpatroli di Selat Taiwan, ini menandai pertama kalinya patroli tersebut bergerak ke timur Taiwan dalam waktu yang begitu singkat.
Baca juga: 400 Rudal China Dilaporkan Segera Diterima Iran, Nilainya Capai Rp 1,2 T
Sinyal "mengepung" Taiwan









