KOMPAS.com - Sejumlah proyek apartemen LRT City diketahui mandek di tengah jalan. Perusahaan pengembang, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), kini tengah mengalami kesulitan keuangan.

Imbasnya, ribuan orang yang sudah terlanjur membeli unit hunian vertikal itu, harus menelan pil pahit lantaran proses serah terima tak kunjung dilaksanakan.Ribuan pembeli ini juga menghadapi dilema. Uang yang sudah dibayarkan ke developer sulit ditarik kembali (refund) lantaran kondisi keuangan ADCP juga tengah berdarah-darah.Esthi salah satunya. Lantaran tergiur dengan janji manis marketing dan status ADCP sebagai anak usaha BUMN, ia rela membeli dua unit apartemen LRT City.

Tercekik Angsuran Bank

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, Esthi juga harus menanggung beban cicilan pinjaman bank beserta bunganya untuk pembelian unit apartemen yang sampai hari ini belum jelas rimbanya.

"Setiap bulan sedih banget lho mesti bayar ke bank Rp 18 juta sejak Mei 2021. Karena saya ambil 2 unit, tipe studio dan 2 bed room, yang barangnyanya belum ada sampai dengan saat ini," ucap Esthi melalui aplikasi pesan singkat, Senin (27/7/2026).