PEREKONOMIAN Indonesia kembali membawa kabar menggembirakan. Berbagai lembaga memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 mampu bertahan di kisaran 5,4 persen.

Angka yang bahkan sulit dicapai oleh banyak negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun, hampir bersamaan dengan optimisme itu, masyarakat disuguhi berita yang sama sekali berbeda. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali terjadi di berbagai daerah.Pabrik tekstil berhenti beroperasi, perusahaan elektronik melakukan efisiensi, industri teknologi mengurangi tenaga kerja, sementara ribuan pekerja harus pulang tanpa kepastian.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan lebih dari 15.000 pekerja kehilangan pekerjaan hanya dalam empat bulan pertama 2026, meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di balik angka pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak naik, ternyata ada ribuan keluarga yang justru kehilangan sumber penghasilan.