WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menebar ancaman kepada Teheran, kali ini dengan mengancam menggunakan aset-aset Iran yang dibekukan oleh Washington untuk mengganti rugi kerusakan kapal di sekitar kawasan Teluk.

Konfrontasi verbal terbaru ini mengemuka saat militer AS melancarkan serangan malam ke-13 secara beruntun ke wilayah Iran, dengan menargetkan sejumlah situs militer dan komersial.

Konflik juga meluas ke Laut Merah, menyusul ancaman penutupan Selat Bab El Mandeb oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Teheran.Baca juga: Tanker Arab Saudi Diserang, Trump Ultimatum Iran-Houthi

"Mohon pernyataan ini untuk menyatakan, hingga pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini semua kerusakan yang terjadi pada kapal, kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat," tulis Trump di platform Truth Social, dikutip dari Euronews, Jumat (24/7/2026).

Menanggapi ancaman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai tindakan menyita aset negara lain sebagai langkah berbahaya yang dapat memicu kekacauan global.