KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan rencana besar untuk memperluas jaringan kereta api nasional hingga mencapai 14.000 kilometer (km) dalam beberapa dekade mendatang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi nasional, khususnya untuk mendukung distribusi logistik sekaligus mengurangi emisi karbon.Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pengembangan jaringan kereta api merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, kereta api tidak hanya berfungsi sebagai moda angkutan penumpang, tetapi juga harus menjadi tulang punggung transportasi logistik di Indonesia.
"Kereta ini juga sangat penting untuk menopang transportasi logistik, bukan hanya manusia, tapi juga logistik yang harus kita pastikan lebih diakomodasi oleh sektor perkeretaapian," ujar AHY dalam acara Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 yang disiarkan secara live, dikutip pada Jumat (24/7/2026).
Jaringan Rel Baru 7.000 Km








