SEMARANG, KOMPAS.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Lodoyong di Kabupaten Semarang mencatat omzet sekitar Rp 3,5 juta per hari.
Namun, koperasi tersebut sempat dituding mematikan usaha pedagang kecil karena menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar.Ketua KDKMP Lodoyong, Tri Sasmiarti, mengatakan bahwa koperasi justru memilih menggandeng pedagang melalui pendirian agen di setiap RW.
"Kami sempat dikroyok, dibilang mematikan pedagang. Saya sampaikan, 'Kami tidak mematikan, panjenengan yang jualan. Kami yang tidak usah jualan, kami cukup menyuplai barang saja'," ujar Tri, dikutip dari TribunJateng, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Dispermades Jateng Harap Dana Desa Kembali Difokuskan Infrastruktur, Usai Dipangkas Kopdes
Gandeng Warung Jadi Agen










