ISLAMABAD, KOMPAS.com - Otoritas penegak hukum di Pakistan kini tengah menyelidiki sebuah sindikat, yang diduga kuat menyelundupkan plasenta manusia dari sejumlah rumah sakit untuk dijadikan bahan baku suntikan antipenuaan.

Badan Investigasi Federal (FIA) menuduh kelompok tersebut rutin membeli sekitar 200 kilogram plasenta setiap bulannya dari beberapa rumah sakit.Kepada BBC News Urdu, FIA menjelaskan bahwa komplotan ini terlebih dahulu mengeringkan dan mengolah organ-organ tersebut sebelum diselundupkan ke luar negeri.

Kasus ini mulai terbongkar setelah petugas melakukan penggerebekan di ibu kota Islamabad pada akhir Juni lalu.

Dalam operasi di sebuah fasilitas pemrosesan ilegal tersebut, petugas berhasil menyita sekitar 500 kilogram bahan yang diduga kuat sebagai plasenta manusia. FIA menangkap lima orang dari operasi itu.

Baca juga: Pakistan Temukan Puing Pesawat Kargo Boeing Jatuh di Laut Arab, 5 Awak Hilang