KOMPAS.com - Media asing asal Perancis, Agense-France Presse (AFP) menyoroti praktik perbudakan yang masih berlangsung di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Dalam artikelnya yang berjudul "Inside Indonesia's slave island: 'I want my children to be free'" yang terbit pada Selasa, 21 Juli 2026. Dua jam perjalanan dari pantai-pantai wisata Bali, di pulau tersebut masih ada orang-orang yang lahir dengan status sebagai budak.
Bekerja dari fajar hingga senja tanpa menerima upah, para budak dapat diwariskan sebagai bagian dari perkawinan, dan dalam beberapa kasus mengalami pemukulan maupun pemerkosaan oleh tuan mereka.
Baca juga: Kisah Yang Zhilin, Pendiri AI Asal China yang Pernah Magang di Google dan Meta, Kini Saingi ChatGPT
Perbudakan di Sumba








