KUWAIT CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Kuwait menyerukan warganya untuk mengurangi konsumsi energi agar pasokan listrik tetap terjaga sepanjang waktu.

Pasalnya, jaringan listrik Kuwait telah menjadi sasaran serangan Iran.Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Nasser Al Dhafiri (40) menggambarkan tekanan psikologis yang sangat besar pada masyarakat biasa karena serangan-serangan tersebut memicu kekhawatiran akan pemadaman listrik.

Selama berminggu-minggu, orang-orang terbangun oleh suara sirene dan ledakan di Kuwait, target utama Iran di Teluk sebagai balasan serangan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: AS Gempur Iran 10 Malam Berturut-turut, Selat Hormuz Memanas

Dhafiri mengatakan, kekhawatiran warga itu diperparah oleh serangan berkelanjutan terhadap infrastruktur, khususnya pembangkit listrik yang menciptakan kebingungan dalam kehidupan sehari-hari.