MEDAN, KOMPAS.com - Keterbatasan koleksi buku menjadi tantangan utama Sekolah Alam Istana Hati di Kota Binjai, Sumatera Utara, dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswanya.
Meski hanya memiliki sekitar 200 buku, sekolah itu tetap berkomitmen menghidupkan kembali program Membaca Nyaring pada tahun ajaran baru.Ratusan buku tersebut disimpan di sebuah ruangan berukuran sekitar 3 x 2 meter yang dimanfaatkan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sementara itu, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggunakan koleksi buku terpisah di gedung yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi utama sekolah.
Baca juga: Cerita SDN 10 Lambung Bukit Padang Merajut Kembali Semangat Literasi Pascabanjir Bandang
Pendiri Sekolah Alam Istana Hati, Suwardiyamsyah, mengatakan, keterbatasan fasilitas tidak membuat pihaknya mengurungkan upaya meningkatkan minat baca siswa.














