WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Langkah tim nasional Inggris harus terhenti di babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Argentina dalam laga yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7/2026) waktu setempat.

Kekalahan dramatis ini memicu gelombang kritik terhadap taktik pelatih The Three Lions, Thomas Tuchel, yang dinilai terlalu bertahan.

Menariknya, kritik tidak hanya datang dari kalangan pencinta sepak bola, tetapi juga dari Presiden AS Donald Trump.Baca juga: Argentina Si Antagonis Piala Dunia, Kenapa Dibenci Banyak Orang?

Dilansir dari ESPN, Inggris sebenarnya sempat unggul lebih dulu berkat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Tuchel memutuskan untuk bermain lebih dalam dengan mengubah formasi menjadi lima bek. Bahkan, Inggris sempat menempatkan enam pemain bertahan sekaligus di lapangan.

Strategi bertahan total ini berhasil dimanfaatkan oleh Argentina. Tim Tango sukses mencetak dua gol dalam lima menit terakhir ditambah masa tambahan waktu, sekaligus mengunci tiket ke babak final untuk menantang Spanyol pada Minggu (19/7/2026).