NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Penyelenggaraan final Piala Dunia pada Minggu (19/7/2026) di New York, Amerika Serikat (AS), dibayangi masalah kualitas udara akibat kabut asap tebal serta tantangan logistik yang serius.

Kondisi ini memicu sindiran dari publik di Dallas dan Los Angeles. Kedua kota tersebut gagal terpilih saat FIFA menentukan lokasi final pada Februari 2024, meskipun memiliki stadion yang lebih mengesankan tanpa risiko iklim seperti di New York.

Dikutip dari The Guardian, New York dipilih FIFA karena daya tarik globalnya serta zona waktu yang dinilai menguntungkan bagi penonton televisi di Eropa.Baca juga: Stadion Penuh, Dompet Tetap Seret: Realita Ekonomi Meksiko Usai Piala Dunia

Ancaman kabut asap dan cuaca ekstrem

GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ADAM GRAY via AFP Sejumlah orang menghadiri acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Paraguay di Interpid Museum, New York, Jumat (12/6/2026).Selama beberapa hari terakhir, asap tebal dari kebakaran hutan di wilayah liar Kanada menyebar ke arah selatan dan menyelimuti banyak kota di bagian timur Amerika, termasuk New York.