Jakarta - Layanan bank emas atau bullion bank sudah hadir di Indonesia sejak tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto sendiri yang meluncurkan layanan tersebut pada awal tahun 2025. Kini pengelolaan emas nasional menunjukkan perkembangan signifikan, sejauh ini bank emas yang ada di Indonesia telah berhasil mengelola sekitar 177 ton.Selama 1 tahun lebih kehadiran bullion bank di Indonesia, Pegadaian mampu mengelola sekitar 153 ton emas, sementara itu Bank Syariah Indonesia (BSI) mengelola sekitar 24 ton emas.Hal ini diketahui saat Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menggelar pertemuan bersama jajaran Pegadaian dan BSI. Dony menyampaikan capaian yang dihasilkan oleh Pegadaian dan BSI ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas, sekaligus menunjukkan besarnya potensi emas nasional sebagai instrumen investasi dan penggerak ekonomi.

"Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar. Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (17/6/2026).Adapun dalam pertemuan tersebut juga membahas perkembangan pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) serta langkah-langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, standardisasi, dan sinergi antarpelaku industri emas nasional.Dony mengatakan, kehadiran IBMA menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku industri untuk membangun pasar bullion yang lebih terintegrasi, transparan, berstandar, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.Dia juga menegaskan melalui sinergi BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI, pembentukan IBMA diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar emas di Asia Tenggara."Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang semakin modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional," kata Dony.