BEIJING, KOMPAS.com - Seorang ilmuwan Amerika Serikat (AS) yang telah mempelajari uji coba nuklir bawah tanah, telah ditahan di China selama lebih dari 18 bulan atas tuduhan spionase.
"Youlin Chen, seorang ahli seismologi, telah ditahan secara tidak sah sejak November 2024," kata Senator AS Edward Markey dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Selasa (14/7/2026).Menurut Global Reach, sebuah organisasi nirlaba AS yang telah bekerja sama dengan keluarga Chen dalam kasusnya, Presiden Donald Trump mengangkat isu penahanan Chen dan meminta pembebasannya selama pertemuan dengan pemimpin China, Xi Jinping di Beijing pada Mei.
Chen adalah satu-satunya warga Amerika yang saat ini ditahan di China.
Baca juga: Studi: Banyak Orang di Dunia Kini Lebih Suka China daripada AS
Penelitian didanai pemerintah AS










