WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Uni Emirat Arab (UEA) memperoleh akses terhadap chip kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) canggih setelah membantu Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Iran.

Kebijakan baru itu diumumkan pemerintah Presiden AS Donald Trump pada Jumat (10/7/2026) melalui perubahan aturan ekspor Departemen Perdagangan AS.Dalam aturan baru tersebut, sebagaimana dilansir The Wall Street Journal, UEA kini diperlakukan seperti negara-negara Eropa, Korea Selatan, dan India dalam pembelian teknologi, perlengkapan militer, maupun infrastruktur energi yang berpotensi memiliki penggunaan militer.

Baca juga: Iran Serang Dua Kapal UEA di Selat Hormuz, 1 WN India Tewas

Sebelumnya, UEA berada dalam kelompok negara yang sama dengan China dan Yaman sehingga harus melalui pembatasan ekspor yang lebih ketat.

Perubahan status ini membuat perusahaan AI terbesar UEA, G42, dapat membeli chip AI canggih dari perusahaan Amerika seperti Nvidia secara lebih bebas setidaknya selama sembilan bulan ke depan.