WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, negaranya akan bertindak sebagai "penjaga" Selat Hormuz dan berhak menerima pembayaran atas peran tersebut.

"Sekarang kami akan menjaganya, dan kami akan dibayar untuk menjaganya," ujar Trump pada Senin (13/7/2026), dikutip dari CNN.

Menurut Trump, tuntutan pembayaran ini dinilai wajar sebagai kompensasi atas operasi militer yang dijalankan oleh pers onel AS di wilayah konflik tersebut.Baca juga: Trump Bantah Selat Hormuz Ditutup Iran, Sebut Kapal Dagang Masih Bisa Melintas

"Kami hanya ingin mendapatkan penggantian atas semua ini, atas upaya kami menempatkan rakyat kami dalam bahaya," tambah presiden ke-45 dan 47 AS itu.

Kontradiksi kebijakan tarif di jalur internasional