MALANG, KOMPAS.com – Beredarnya daftar harga atau pricelist di kawasan Pesarean Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memunculkan beragam spekulasi di masyarakat.
Namun, Dosen Program Studi Antropologi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Padmo Adi, menegaskan daftar tersebut bukan merupakan tarif ritual pesugihan, melainkan biaya penyelenggaraan selamatan yang dapat dipilih oleh para peziarah sesuai kebutuhan.
Padmo, yang saat ini sedang melakukan penelitian mengenai tradisi di Gunung Kawi, mengatakan masyarakat sekitar selama ini menyediakan berbagai bentuk selamatan sebagai bagian dari pelayanan kepada peziarah."Itu memang ada harga, mungkin orang menyebutnya price list. Tapi itu harga untuk selamatan. Selamatannya macam-macam, bisa membuat tumpeng, bisa juga wayangan," ujar Padmo Adi dikutip dari Tribun Jatim, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Pura Gunung Kawi Sebatu di Bali: Sejarah, Harga Tiket, dan Rute
Menurut dia, besaran biaya bergantung pada bentuk selamatan yang dipilih.









