SYDNEY, KOMPAS.com - Lampu-lampu di kawasan Central Business District (CBD) Sydney, Australia, baru saja menyala ketika aroma adonan terfermentasi 30 jam mulai tercium dari dapur Pizza Studio Tamaki.

Di balik keriuhan musim dingin dengan suhu rerata 13 derajat Celcius itu, seorang pria berdarah Medan duduk dengan tenang di sudut restoran.

Diksi dan artikulasi bicaranya tertata, cerminan dari bertahun-tahun melintasi batas kultural yang rigid dan penuh disiplin.Pria itu adalah Nixon Alex, CEO Kaizen Food Group. Bagi publik kuliner di Sydney dan Melbourne, Kaizen bukanlah nama asing.

Baca juga: Restoran Pizza Spider-Man di New York, Spot Kuliner Ikonis Piala Dunia 2026

Perusahaan ini adalah motor di balik popularitas Mensho Tokyo dan serangkaian jenama atau brand adiboga Jepang lainnya di benua kangguru.