Jakarta -

Jutaan orang dilaporkan membanjiri jalan-jalan di kota Najaf, Irak pada hari Rabu (8/7) saat peti jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, diarak melintasi kota tersebut, dalam sebuah prosesi yang didedikasikan untuk Irak.Dilansir Al-Jazeera, Rabu (8/7/2026), Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF), atau Hashd al-Shaabi, mengklaim lebih dari 2,3 juta orang ikut serta dalam prosesi pemakaman tersebut. PMF merupakan kelompok payung paramiliter yang dibentuk tahun 2014 untuk membantu pemerintah Irak melawan kelompok ISIS.PMF mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media Iran, IRIB, jumlah pelayat terus meningkat seiring kedatangan orang-orang dari seluruh Irak.

Jenazah Khamenei dibawa ke Najaf sebagai bagian dari prosesi pemakaman enam hari yang meliputi Iran dan Irak, dengan upacara juga diadakan di kota Qom, Karbala, dan kota kelahirannya Mashhad, tempat ia akan dimakamkan. Iran memulai enam hari upacara pemakaman umum untuk Khamenei sejak hari Sabtu lalu, termasuk satu hari khusus untuk negara tetangga Irak, sebuah kekuatan Syiah yang memiliki hubungan dekat dengan Teheran.Republik Islam Iran berharap prosesi maraton ini akan memproyeksikan kekuatan dan persatuan setelah perang Timur Tengah, yang dimulai dengan serangan AS-Israel yang menewaskan Khamenei dan beberapa kerabatnya pada 28 Februari.Sebelumnya, setelah prosesi besar-besaran di kota suci Qom, Iran, para pejabat dan politisi senior Irak menerima jenazah Khamenei pada Selasa (7/7) malam di bandara internasional Najaf di hadapan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.