Jakarta -
Gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela telah menewaskan 1.943 orang. Selain korban meninggal, puluhan ribu warga Venezuelas saat ini kehilangan tempat tinggal.Gempa di Venezuela terjadi pada 24 Juni pekan lalu. Berdasarkan data terbaru pada Selasa (30/6), korban tewas telah menyentuh di angka 1.943 orang.Sebanyak 15.866 orang kehilangan tempat tinggal dan 10.571 dilaporkan luka-luka. Venezuela telah menyiapkan sejumlah posko pengungsian bagi warga terdampak.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 27 negara telah mengirim hampir 40 tim pencarian dan penyelamatan, terdiri atas lebih dari 2.000 personel serta lebih dari 160 anjing pelacak. Warga Terpaksa Tidur di JalananPuluhan ribu orang di Venezuela kesulitan mencari makanan dan tempat berlindung setelah gempa kembar dahsyat mengguncang pekan lalu, hingga menewaskan nyaris 2.000 orang. Para dokter memperingatkan kemunculan wabah penyakit karena warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di jalanan.Dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang secara berurutan, berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5, telah merobohkan banyak kompleks perumahan, dengan puluhan ribu orang belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan terjebak reruntuhan.Operasi pencarian dan penyelamatan yang intens untuk menemukan korban-korban yang terjebak di bawah reruntuhan terus dilakukan, meskipun jendela waktu kritis selama 72 jam untuk bertahan hidup telah berlalu.Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, seperti dilansir AFP, Rabu (1/7/2026), melaporkan bahwa "kekurangan makanan terjadi secara luas, layanan dasar lumpuh, dan saluran komunikasi sebagian besar terputus" di kota pelabuhan La Guaira, yang menjadi wilayah terdampak gempa paling parah."Mereka membagikan pasokan di sini, tetapi terkadang orang-orang nyaris saling membunuh demi makanan...suasananya seperti sabung ayam," tutur salah satu warga La Guaira, Daniela Armas (18), yang berprofesi sebagai pedagang dan mengalami luka-luka akibat gempa.














