KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia diperkirakan harus menggelontorkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga hampir 40 miliar ringgit (Rp 175 triliun) pada 2026 apabila harga energi dunia tetap tinggi.
Nilai tersebut dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan alokasi awal sebesar sekitar 15 miliar ringgit (Rp 65 triliun) dalam Anggaran Belanja 2026, menurut laporan The Business Times, Rabu (1/7/2026).Meski beban subsidi membengkak, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi bagi masyarakat.
Baca juga: Meski Kaya Minyak, Rusia Bakal Impor BBM akibat Serangan Ukraina yang Makin Menggila
Beban subsidi melonjak
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa lonjakan kebutuhan subsidi dipicu kenaikan harga minyak dunia setelah pecahnya konflik di Iran.








