WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pasukan bersenjata Amerika Serikat (AS), dalam naskah kesepakatan baru, akan mengawasi kegiatan tentara bersenjata Lebanon maupun Israel secara langsung.

Menurut laporan The Washington Post pada Senin (29/6/2026) yang mengutip pejabat AS, menyatakan personel AS akan bertugas memantau kepatuhan kedua belah pihak terhadap kesepakatan yang telah dicapai.“Kami akan menjadi penilai yang objektif, sehingga pemimpin politik kami dapat memberikan tekanan yang diperlukan kepada salah satu pihak apabila mereka tidak memenuhi kewajibannya,” kata pejabat itu.

Baca juga: Menteri Israel Tak Percaya Lebanon Bisa Lucuti Senjata Hizbullah, Kritik Netanyahu

Menurut laporan tersebut, Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) akan mengawasi setiap dugaan pelanggaran dan melaporkannya kepada pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Pemerintah AS kemudian akan menentukan langkah tanggapan yang sesuai, sebagaimana dilansir Sputnik via Antara.