Washington DC -
Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), Markwayne Mullin, mengatakan dirinya sangat senang saat mengetahui Iran tersingkir dari Piala Dunia 2026. Mullin bahkan mengakui dirinya melakukan "tarian kegembiraan" untuk menyambut kegagalan Iran melangkah ke babak selanjutnya.Iran gagal lolos dari fase grup karena kalah selisih gol, setelah gol kemenangan mereka ke gawang Mesir, pada masa tambahan waktu, dianulir wasit karena offside yang sangat tipis.Meski bermain imbang 1-1 lawan Mesir pada Sabtu (27/6), Iran masih bisa lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Namun, harapan itu pupus setelah Aljazair dan Austria bermain imbang secara dramatis dengan skor 3-3 pada Minggu (28/6), yang membuat Iran tersingkir dari posisi delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Pelatih timnas Iran, Amir Ghalenoei, mengatakan timnya menjadi pihak yang "paling tertindas" dalam turnamen tersebut, di tengah situasi konflik antara Teheran dan Washington. Lokasi pemusatan latihan Iran dipindahkan dari Arizona di AS ke Tijuana di Meksiko sebelum Piala Dunia. Timnas Iran juga menghadapi pembatasan perjalanan selama turnamen berlangsung.Saat berbicara kepada wartawan, seperti dilansir BBC, Selasa (30/6/2026), Mullin mengatakan dirinya lega saat mengetahui Iran tereliminasi."Saya merasa lega mereka sudah pergi dan tidak akan kembali lagi," ucapnya.














