CARACAS, KOMPAS.com - Gelombang kemarahan warga merebak di tengah duka pasca-gempa kembar yang mengguncang Venezuela. Gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 terseut terjadi pada Rabu (24/6/2026).

Masyarakat yang berniat menjadi relawan untuk mengevakuasi korban justru merasa dipersulit oleh kebijakan birokrasi pemerintah. Pemerintah Venezuela saat ini membatasi akses ke wilayah terdampak parah di negara bagian La Guaira, mengerahkan militer, dan mewajibkan setiap relawan untuk memiliki surat izin masuk.

Baca juga: Korban Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, Bayi Baru Lahir Selamat

Pemerintah pun membuka lokasi perizinan di sebuah gedung di Caracas.

Kebijakan ini memicu kekesalan bagi warga yang sudah mengantre lama di luar gedung tersebut demi bisa membantu.