BERN, KOMPAS.com - Gelombang panas atau heatwave yang melanda Eropa seminggu terakhir turut menyengat Swiss, negara yang terletak berbatasan dengan Perancis dan Jerman. Tim Kompas Gramedia (KG) Media Grup yang bertugas di negara ini, sejak tiba pada 20 Juni 2026, pun merasakan "panas" luar biasa, yang berbeda dari panasnya Kota Jakarta.

Misalnya saja, di Kota Bern, Swiss, tempat tim KG Media menginap. Suhu di paparan temperatur bisa saja 35 derajat, tapi "feels like" atau seolah 40 derajat ke atas. Sejumlah peringatan via ponsel juga memperingatkan agar warga Swiss, tak terlalu beraktivitas pada siang hari.Mengutip Reuters, gelombang panas kali ini bukan peristiwa biasa. Otoritas meteorologi Swiss, MeteoSwiss, menaikkan peringatan gelombang panas ke level tinggi di sejumlah wilayah.

Suhu di beberapa kota mencapai 34-38 derajat celsius, bahkan Basel mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni di Swiss.

Para ilmuwan menyebut heatwave yang melanda Eropa kali ini dipicu pola atmosfer "Omega Block" yang memerangkap udara panas selama berhari-hari. Perubahan iklim juga dinilai membuat kejadian panas ekstrem seperti ini menjadi lebih sering terjadi.

Baca juga: 5 Tips Traveling Saat Heatwave, Apa Saja yang Harus Disiapkan