Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan proyek peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi jalur KRL Tanah Abang-Rangkasbitung (Green Line) rampung pada 2027.Peningkatan kapasitas ini dilakukan agar rangkaian KRL di lintas tersebut dapat beroperasi dengan 12 gerbong (SF12) sehingga mampu mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang. Adapun saat ini, KRL rute green line hanya dilintasi kereta dengan delapan hingga 10 gerbong. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan elektrifikasi ini dilakukan dengan menambah 11 gardu traksi di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Dalam proses ini, ia mengatakan membutuhkan waktu yang lumayan panjang."Harapannya sih bisa cepat. makanya saya kemarin ke Pak Dirjen kapan mulai dikerjakan karena mereka harus mengganti gardu listriknya dengan yang baru, dan itu kan lumayan panjang tuh sampai ke Rangkas ya. Saya sih berharap itu bisa cepat dan bisa selesai di tahun 2027 sih mudah-mudahan," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiano mengataka pembangunan gardu ini akan dimulai pada bulan depan."Bulan depan dimulai (proses pengerjaan penambahan gardu), harapannya tahun depan selesai, paling lambat selesai di tahun 2028," terang Dudy.Sebagai informasi, KAI mencatat volume pengguna KRL pada lintas Rangkasbitung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.Pada 2022, jumlah pelanggan mencapai 43.317.716 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023.Kemudian mencapai 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 77.552.716 pelanggan pada 2025. Memasuki periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 33.397.420 orang.






