Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku puas dan bangga ketika dirinya dilantik jadi Presiden dapat menggunakan mobil buatan Indonesia. Meskipun, kata Prabowo, tidak sepenuhnya komponen mobil tersebut berasal dari Indonesia.Pasalnya, kata Prabowo, tidak ada mobil di dunia yang seluruh komponennya diproduksi di satu negara."Saya ada satu kepuasan yg mendalam di hati saya, waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan saya bisa naik mobil buatan Indonesia, desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia, tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari suatu negara, kalau sudah 65-70% kita klaim buatan Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya di acara Sarasehan Kebangsaan yang dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (26/6/2026).

Prabowo pun bercerita bahwa mobil buatan dalam negeri ini mempunyai risiko tersendiri. Misalnya pada bulan pertama ia menggunakan mobil tersebut sempat terjadi kebocoran saat terjadi hujan."Risikonya sekarang selama saya jadi Presiden harus naik mobil buatan Indonesia kalau bulan pertama lumayan apalagi kalau hujan keras sempat bocor juga itu," cerita Prabowo.Dengan kondisi tersebut, Prabowo kemudian mengembalikan mobil tersebut untuk dilakukan perbaikan. Menurutnya hal seperti ini tak jadi masalah, yang penting kata Prabowo, Indonesia berani untuk memulai"Saya kembalikan Prof Sigit. Gimana ini mobil presiden bocor? Kita perbaiki, kita perbaiki, kita harus berani mulai. Kita negara keempat terbesar di dunia, kekayaan kita luar biasa," terangnya.Bukan pertama kali Prabowo menyinggung soal bocor saat naik mobil buatan dalam negeri. Dalam acara Munas HIPMI XVIII di Lampung, ia pernah bercerita suatu hari ketika tertidur di mobil, atap Maung bocor. Air hujan rembes ke dalam mobil dan membuatnya terbangunNamun, Prabowo tidak mengganti mobil, dia cuma meminta mobil bocor itu diperbaiki Pindad."Suatu saat saya tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan deras di luar tahu-tahu nih, tek... tek... tek... Saya bangun, rupanya bocor. Ya namanya mobil baru ya. Aku kirim kembali lah ke Pindad, tolong lah Pindad ini bocornya dikurangi," cerita Prabowo, Rabu (10/6) lalu.