Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan harga minyak mentah dunia terus turun. Purbaya menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan melebihi 3%."Tapi yang jelas, kondisi fiskal aman. Defisit tidak akan melebihi 3%, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar," ujar Purbaya saat media briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).Optimisme ini semakin menguat seiring dengan tren penurunan harga minyak dunia. Dikutip dari Reuters, Jumat (26/6/2026), harga minyak mentah Brent yang kerap menjadi patokan global tercatat turun 19 sen atau 0,25 menjadi US$ 75,07 per barel per pukul 00.55 GMT (07.55 WIB). Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 13 sen atau 0,18% menjadi US$ 71,79 per barel.

"Termasuk harga minyak dunia yang turun berapa sekarang? Oh mendekati US$ 70 dolar, US$ 73. Saya pikir akan turun terus. Jadi aman, kita ada selamat," terang Purbaya.Saat ditanya mengenai nilai tukar rupiah hampir mendekati Rp 18.000/dolar Amerika Serikat (AS), Purbaya enggan berkomentar banyak dan memilih menyerahkan wewenang tersebut ke Bank Indonesia (BI). Kendati begitu, Purbaya memastikan keoknya mata uang Garuda ini tidak membuat anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) membengkak."Kan waktu itu udah kita hitung dengan dolar yang bukan Rp 16.500. Jadi nggak (membengkak), masih aman. Nanti kalau saya sebutin angkanya, Anda akan bilang, 'Oh pemerintah menentukan rupiah sekian,' tapi nggak, kita udah hitung dengan hati-hati," beber Purbaya.