Jakarta - Pemerintah akhirnya menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi dalam rangka menyeimbangkan lonjakan sejumlah harga energi akibat konflik timur tengah. Terkait hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto stimulus ekonomi merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kelanjutan perekonomian masyarakat."Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden," tutur Airlangga dikutip dari detikFinance, Senin (22/06).Stimulus yang bernilai lebih dari Rp 26 triliun lebih tersebut, menyasar sejumlah kelompok ekonomi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah. Nantinya, program ini akan dibagi menjadi delapan kebijakan yang dibagi dalam tiga pilar yakni stimulus dan insentif, magang dan vokasi, serta bantuan pangan.Merangkum detikFinance, stimulus tersebut akan mulai dilaksanakan pada semester II Tahun 2026. Adapun sejumlah stimulus yang disiapkan antara lain:1. Tarif Khusus PPh Final Royalti Penulis2. Diskon transportasi dan insentif transportasi udara periode libur sekolah3. Diskon transportasi periode libur Natal & Tahun Baru4. Insentif impor LPG dan bahan baku plastik5. Program magang6. Pelatihan vokasi7. Bantuan beras 10 kg8. Bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) kedelaiLalu sejauh mana stimulus ini dapat menjaga belanja domestik? Apakah kedelapan hal tersebut sudah cukup menjawab keresahan masyarakat akibat kenaikan harga energi? Simak ulasannya dalam detikSore!Untuk mengingatkan kembali bahayanya penipuan daring, detikSore akan mengulas terungkapnya kasus love scamming di Surabaya. Saat ini, kepolisian terkait telah menangkap dua orang WNA dan satu WNI yang diduga menjadi pelaku penipuan daring bermodus asmara tersebut.Merangkum detikJatim, setidaknya sudah ada 53 perempuan paruh baya yang menjadi korban penipuan tersebut. Kasus tersebut terungkap setelah polisi bersama pihak imigrasi dan Polresta Sidoarjo menindaklanjuti dugaan pelanggaran izin tinggal sejumlah WNA yang berada di Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan berbagai perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.Bagaimana modusnya? Simak ulasannya bersama Redaktur detikJatim.Di tengah gang sempit di Jakarta, ada sebuah pemukiman warga yang berhasil menciptakan sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi yang membuat wilayahnya tetap zero kriminalitas. Kawasan yang terletak RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, ini dilengkapi sejumlah fasilitas canggih berupa e-gate berbasis RFID, GPS pada kendaraan warga yang terhubung ke smartphone, CCTV 24 jam yang dapat dipantau secara real time, serta panic button bersirene untuk kondisi darurat.Selain itu, warga juga menghadirkan inovasi terbaru berupa imbauan suara malam "Si Jaga Warga" melalui enam pengeras suara berlogat Betawi. Terobosan tersebut merupakan hasil kolaborasi warga dengan memaksimalkan dana operasional Rp 2,5 juta dari Pemprov DKI Jakarta guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan. Lantas, apa ide yang mendorong lahirnya inovasi-inovasi tersebut? Apakah angka kriminalitas bisa ditekan dengan penerapan teknologi itu? Temukan jawabannya bersama Imam Basori Ketua RT Gandaria Utara dalam segmen Sunsetalk.