JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari mengakui adanya kekurangan stok batu bara untuk kebutuhan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk 2026.

Hal ini disampaikan Qodari menanggapi isu pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah di Indonesia.

Dia mengulang penjelasan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengatakan kebutuhan batu bara PLN pada 2026 mencapai 154 juta ton, namun kesepakatan kontrak batu bara baru terealisasi 134 juta ton.Baca juga: Daftar 61 Wilayah Bekasi yang Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir Hari Ini

"Jadi sekitar 18 atau 20 juta ton yang kurang," kata Qodari saat ditemui di Kompas Institute, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Meski ada kekurangan, Qodari meyakini hal ini tidak menjadi masalah serius karena Indonesia adalah produsen batu bara.