TEHERAN, KOMPAS.com - Kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat tidak langsung membawa suasana tenang di dalam negeri Iran.

Sebaliknya, nota kesepahaman yang diteken Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama Presiden AS Donald Trump itu justru memicu perdebatan keras di antara elite politik Teheran.Penolakan paling kuat datang dari kelompok garis keras yang sejak lama menentang kompromi apa pun dengan Washington.

Situasi semakin rumit setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menunjukkan sikap keberatan terhadap perjanjian tersebut.

Baca juga: Trump Ancam Berlakukan Bea Masuk Selat Hormuz jika Pembicaraan AS-Iran Gagal

Langkah itu membuat kubu konservatif merasa mendapat legitimasi untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Pezeshkian yang selama ini dikenal lebih moderat dibanding kelompok garis keras di Iran.