JAKARTA, KOMPAS.com - BYD Motor Indonesia buka suara setelah namanya disebut Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait penumpukan ribuan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan sejumlah perusahaan, termasuk BYD, belum segera mengeluarkan kontainer dari pelabuhan meski telah memperoleh Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).Menanggapi hal tersebut, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.
Baca juga: Tips Jitu Pasang GPS Tracker Mobil: Pilih 4G & Lokasi Tersembunyi
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA China mengekspor sekitar tujuh juta unit mobil per tahun, di mana hampir setengahnya merupakan kendaraan listrik.
"Terkait pemberitaan mengenai penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang juga menyebut nama BYD, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat situasi tersebut," kata Luther dihubungi Kompas.com, Kamis (17/6/2026) malam.











