Jakarta - Sebuah jet pribadi jatuh di jalan raya kota Laredo, negara bagian Texas, Amerika Serikat pada Selasa (16/6). Kecelakaan ini menewaskan satu orang yang diketahui sebagai miliarder sekaligus CEO startup teknologi, Joshua Baer.Melansir Forbes, Kamis (18/6/2026), kecelakaan itu terjadi saat pesawat jet yang dioperasikan oleh NetJets yang terbang dari San José del Cabo-Meksiko menuju Austin-Texas melakukan pendaratan darurat di selatan Laredo sekitar pukul 10.00 malam waktu setempat.Jet pribadi tersebut yang membawa enam orang penumpang kemudian menghantam jalan raya sebelum meledak dan terbakar di hadapan para pengendara yang terkejut.
Sejumlah saksi di lokasi menggambarkan suasana kacau saat para pengemudi yang sedang melintas langsung menghentikan kendaraan mereka, meninggalkannya di pinggir jalan, kemudian berlari menuju badan pesawat yang mulai terbakar untuk membantu menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalam pesawat.Namun sayang dalam insiden tersebut hanya Baer yang dinyatakan meninggal, sedangkan lima penumpang dan awak pesawat lainnya, serta beberapa pengemudi kendaraan yang berada di lokasi berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit.Capital Factory, perusahaan startup yang dipimpin Baer mengkonfirmasi kematian sang CEO pada Rabu (17/6). Dalam sebuah pernyataan, presiden perusahaan Bryan Chambers menyebut Baer sebagai "pemimpin yang tak kenal takut, mitra yang brilian, dan teman yang sangat disayangi oleh banyak dari kita."Sebagai informasi, Baer merupakan CEO perusahaan startup yang diakui sebagai salah satu tokoh kunci dalam sektor teknologi di Kota Austin-Texas yang saat ini sedang berkembang sangat pesat.Perusahaannya, Capital Factory, didirikan pada 2009 dan sejak itu telah menyuntikan dana investasi untuk sejumlah perusahaan teknologi populer termasuk perusahaan robot humanoid Apptronik, perusahaan kedirgantaraan Intuitive Machines dan Firefly Aerospace, serta perusahaan bioteknologi yang berupaya menghidupkan kembali spesies yang telah punah yakni Colossal Biosciences, ."Kami akan melanjutkan misinya untuk mendukung para pendiri (startup yang didanai Capital Factory) yang tak terhentikan," kata Chambers dalam sebuah pernyataan.










