JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan penurunan harga emas global pada paruh kedua Juni 2026 dipicu melemahnya minat investor terhadap logam mulia tersebut di tengah masih tingginya suku bunga di sejumlah negara maju.Kondisi tersebut tercermin dari turunnya Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas yang berlaku untuk periode 15-30 Juni 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, suku bunga yang masih tinggi membuat investor cenderung beralih ke instrumen keuangan yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas.
"Terjadi penurunan minat investor terhadap emas sebagai instrumen investasi akibat tingginya suku bunga yang meningkatkan daya tarik aset berbunga," ujar Tommy dalam keterangannya seperti dilansir Antara, Selasa (16/6/2026).
Kemendag menetapkan HPE emas pada periode kedua Juni 2026 sebesar 143.190,64 dollar AS (Rp 2,5 miliar) per kilogram.
Nilai tersebut turun 3,51 persen dibandingkan periode pertama Juni 2026 yang mencapai 148.396,49 dollar AS (Rp 2,6 miliar) per kilogram.







